PERENCANAAN
PRODUK WISATA
DEFINISI PRODUK PARIWISATA
Beberapa definisi produk pariwisata menurut para ahli, yaitu:
Berdasarkan
pemahaman beberapa para ahli di atas, maka kami simpulkan oleh kelompok III
bahwa produk pariwisata (Tourism Product) merupakan suatu bentukan yang nyata (tangible
product) dan tidak nyata (intangible product), dikemas
dalam suatu kesatuan rangkaian perjalanan yang hanya dapat dinikmati, apabila
seluruh rangkaian perjalanan tersebut dapat memberikan pengalaman yang baik
bagi orang yang melakukan perjalanan atau yang menggunakan produk tersebut.
Produk
wisata sebagai salah satu obyek penawaran dalam pemasaran pariwisata memiliki
unsur-unsur utama yang terdiri 3 bagian (Oka A. Yoeti, 2002:211) :
1. Daya tarik daerah tujuan
wisata, termasuk didalamnya citra yang dibayangkan oleh wisatawan
2. Fasilitas yang dimiliki
daerah tujuan wisata, meliputi akomodasi, usaha pengolahan makanan, parkir,
trasportasi, rekreasi dan lain-lain.
3. Kemudahan untuk mencapai
daerah tujuan wisata tersebut.
Mason
(2000:46) dan Poerwanto (1998:53) telah membuat rumusan tentang
komponen-komponen produk wisata yaitu :
1. Atraksi, yaitu daya tarik
wisata, baik alam, budaya maupun buatan manusia seperti festival atau pentas
seni
2. Aksesbilitas, yaitu
kemudahan untuk mencapai tempat tujuan wisata
3. Amenities yaitu
fasilitas untuk memperoleh kesenangan. Dalam hal ini dapat berbentuk akomodasi,
kebersihan dan keramahtamahan (tangible and intangible products)
4. Networking, yaitu
jaringan kerjasama yang berkaitan dengan produk yang ditawarkan baik lokal,
nasional maupun internasional.
Komponen
Produk Pariwisata
1.
Daya Tarik Wisata (Attractions)
Dalam
kegiatan wisata, ada pergerakan manusia dari tempat tinggalnya menuju ke
destinasi pariwisata atau daerah tujuan wisata, merupakan kawasan geografis
yang berada dalam satu atau lebih wilayah administratif yang di dalamnya
terdapat daya tarik wisata, fasilitas umum, fasilitas pariwisata, aksesibilitas
serta masyarakat yang saling terkait dan melengkapi terwujudnya kepariwisataan.
Dengan demikian, faktor daya tarik wisata merupakan salah satu unsur yang
membentuk dan menentukan suatu daerah menjadi destinasi pariwisata.
Setiap destinasi pariwisata memiliki daya tarik berbeda-beda sesuai dengan kemampuan atau potensi yang dimiliki. Di bawah ini adalah jenis daya tarik wisata yang biasanya ditampilkan di destinasi pariwisata:
Setiap destinasi pariwisata memiliki daya tarik berbeda-beda sesuai dengan kemampuan atau potensi yang dimiliki. Di bawah ini adalah jenis daya tarik wisata yang biasanya ditampilkan di destinasi pariwisata:
Daya tarik wisata memiliki kekuatan tersendiri sebagai komponen produk
pariwisata karena dapat memunculkan motivasi bagi wisatawan dan menarik
wisatawan untuk melakukan perjalanan wisata, hal demikian terlebih terjadi di
destinasi pariwisata yang memilki sangat beragam dan bervariasi daya tarik
wisata, seperti yang ditulis oleh Robert Christie Mill dalam buku "Tourism:
The International Business" (1990): "Attractions
draw people to a destination".
2. Fasilitas dan Pelayanan Wisata (Amenities)
Disamping
daya tarik wisata, wisatawan dalam melakukan kegiatan wisata juga membutuhkan adanya
fasilitas yang menunjang perjalanan tersebut. Untuk memenuhi kebutuhan
perjalanan tersebut, perlu disediakan bermacam-macam fasilitas, mulai dari
pemenuhan kebutuhan sejak berangkat dari tempat tinggal wisatawan, selama
berada di destinasi pariwisata dan kembali ke tempat semula. "Attractions
bring people to the destination; facilities service them when they get there.
Because they ara away from home,the visitor requires certain things-a place to
stay, something to eat and drink" (Robert Christie Mill, 1990:
24).
Fasilitas-fasilitas
untuk memenuhi kebutuhan perjalanan wisatawan tersebut muncul dalam satu
kesatuan yang saling terkait dan melengkapi satu sama lain, sehingga dalam
suatu perjalanan wisata, seluruh komponen yang digunakan tidak dapat
dipisahkan, tergantung pada karakteristik dan bentuk perjalanan wisata yang
dilakukan oleh wisatawan.
3. Kemudahan untuk mencapai destinasi wisata (Accesibility)
3. Kemudahan untuk mencapai destinasi wisata (Accesibility)
Dalam
suatu perjalanan wisata, terdapat pula faktor yang tidak kalah pentingnya dalam
mempengaruhi kepuasan wisatawan, yaitu faktor aksesibilitas, yang berarti
kemudahan yang tersedia untuk mencapai destinasi wisata, yang terkadang
diabaikan oleh wisatawan dalam merencanakanperjalanan wisata, sehingga
secara umum dapat mempengaruhi budgetperjalanan tersebut.
Karakteristik
Produk Pariwisata
Secara
umum, karakteristik utama produk pariwisata adalah jasa (service),dengan
demikian meningkatkan mutu pelayanan jasa di bidang pariwisata berarti juga
meningkatkan mutu produk pariwisata. Produk pariwisata secara keseluruhan
bersifat heterogen (tidak homogen) karena terdiri dari beragam jenis pelayanan
dalam keseluruhan proses perjalanan yang dilakukan oleh wisatawan. Sehingga
karena karakteristik yang heterogen tersebut maka cukup sulit untuk dapat
mencapai atau menentukan standar mutu yang jelas.
Berdasarklan karakteristik produk pariwisata tersebut maka muncul pernyataan "selling holiday is selling dreams", sehingga penyedia produk pariwisata ditantang untuk dapat mewujudkan mimpi wisatawan menjadi kenyataan sesuai yang diharapkan oleh wisatawan sebagai pengguna produk pariwisata.
Berdasarklan karakteristik produk pariwisata tersebut maka muncul pernyataan "selling holiday is selling dreams", sehingga penyedia produk pariwisata ditantang untuk dapat mewujudkan mimpi wisatawan menjadi kenyataan sesuai yang diharapkan oleh wisatawan sebagai pengguna produk pariwisata.
Memahami
produk pariwisata secara mendalam dapat dilakukan dengan terlebih dahulu
memahami karakter produk
pariwisata, yaitu:
1. Tidak dapat dipindahkan
2. Tidak memerlukan perantara (middlemen) untuk
mencapai kepuasan
3. Tidak dapat ditimbun atau disimpan
4. Sangat dipengaruhi oleh faktor non
ekonomis
5. Tidak dapat dicoba atau dicicipi
6. Sangat tergantung pada faktor manusia
7. Memiliki tingkat resiko yang tinggi
dalam hal investasi
8. Tidak memiliki standar atau ukuran yang
obyektif dalam menilai mutu produk.

Tidak ada komentar:
Posting Komentar