Selasa, 23 Mei 2017

syarat-syarat umum dalam pembangunan ekonomi




BAB I
PENDAHULUAN

 A.    LATAR BELAKANG
Perkembangan ekonomi memang menjadi pokok pembicaraan yang menarik, karena berbicara masalah ekonomi berarti membicarakan suatu Negara bahkan kehidupan kita sehari-hari tidak bisa terlepas dari kegiatan ekonomi. Maka dari itu Negara-negara di dunia berlomba-lomba untuk meningkatkan perekonomian di negaranya, tidak terkecuali Negara kita Indonesia. Dalam peningkatan perekonomian sudah pasti tidak akan terlepas dari suatu syarat-syarat umum yang harus dipenuhi guna perekonomian dapat berkembang dengan baik. Dalam mencapai syarat-syarat yang dibutuhkan guna menaikkan atau mengembangkan suatu perekonomian itu tidaklah semudah membalik telapak tangan, karena syarat-syarat ini sangatlah kompleks dan berkaitan satu dengan yang lain. Maka dari itu perlu adanya pemahaman tentang syarat-syarat perkembangan perekonomian agar perekonomian di suatu Negara khususnya Negara kita Indonesia dapat berkembang dengan baik, namun dalam kenyataannya masih banyak warga Negara kita bahkan pelaku kegiatan ekonomi itu sendiri yanmg belum mengetahui tentang syarat-syarat umum perkembangan perekonomian yang akhirnya mengakibatkan perekonomian kita belum mengalami perkembangan yang berarti.
B.     TUJUAN DAN MANFAAT
            Tujuan kami membuat makalah ini adalah:
1.      Untuk membantu kami dan para pembaca mengatahui syarat-syarat dalam perkembangan ekonomi
2.      Untuk lebih memahami apa saja cara yang dapat dilakukan dalam memajukan perekonomian
3.       Untuk mengetahui betapa pentingnya perkembangan ekonomi dalam memajukan Negara.
Manfaat penulisan makalah ini adalah untuk memperluas wawasan kami dan pembaca tentang bagaimana pembahasan Syarat-syarat umum perkembangan ekonomi.
 C.    RUMUSAN MASALAH
Rumusan masalah dalam penyusunan  makalah ini antara lain:
1.      Apa yang dimaksud dengan syarat-syarat perkembangan ekonomi?
2.      Apa saja syarat-syarat perkembangan ekonomi?
3.      Bagaimana cara menerapkan syarat-syarat perkembangan ekonomi di Negara berkembangan.
 

 


BAB II
PEMBAHASAN

A.   KEKUATAN DARI DALAM (INDEGENEOUS FORCES)
Maksud kekuatan dari dalam adalah kekuatan yang ada dalam masyarakat sendiri untuk berkembang. Kekuatan ini sangat penting untuk terjadinya perkembangan. Selain kekuatan dari dalam ada juga kekuatan dari luar yang dapat mendorong dan memberikan fasilitas-fasilitas untuk berkembang. Tetapi kekuatan dari luar hanya merupakan pelengkap dan tidak dapat menggantikan kekuatan-kekuatan yang berasal dari dalam masyarakat itu sendiri. Lagipula bantuan luar negeri yang berupa investasi asing akan cenderung memanfaatkan modalnya kearah sumber-sumber alam untuk pasar dunia, dan belum tentu hal ini menguntungkan rakyat setempat. Jadi bantuan luar negeri belum tentu dapat menjamin terus berkembangnya perekonomian dan untuk menghindari hal-hal yang merugikan, prakarsa dan pengaturan lembaga-lembaga masyarakat untuk perkembangan harus tumbuh dari dalam masyarakat sendiri. Irawan dan Suparmoko (2008:260)
Semangat membangun harus datang dari dalam, tanpa itu prakarsa pembangunan akan terbuang percuma dan akan segeraa padam. Prof. Cairncross dalam buku Jhingan mengatakan hal ini: “Pembangunan tidak akan mungkin jika ia tidak berkenan di hati rakyat.” Terlalu banyak tergantung pada bantuan luar negeri akan mematikan prakarsa pembangunan dan memberikan kebebasan kepada investor asing untuk menguras sember-sumber alam demi keuntungan mereka saja. Jhingan (2010:42)
B.   MOBlLITAS FAKTOR-FAKTOR PRODUKSI
Ketidaksempuranaan pasar ( market imperfection ) membatasi mobilitas faktor-faktor produksi dari penggunaan yang kurang produktif menuju penggunaan yang lebih produktif. Untuk itu market imperfection harus ditiadakan, sehingga faktor produksi dapat digunakan sepenuhnya. Cara menggunaka factor produksi, yaitu:
  1. Mengganti bentuk oragnisasi social dan ekonomi.
  2. Memberikan kesempatam-kesempatan untuk menaikkan produktivitas pada teknik yang ada.
  3. Peningkatan teknologi.
  4. Penjuakan produk dan pasar capital diperluas.
  5. Keadaan monopoli harus dikurangi.
  6. Kredit dipermudah bagi petani dan pedagang kecil.
Jadi harus ada pengarahan pada penggunaan semua sumber-sumber produksi secara efisien. Schulz dalam bukunya “ the rule of government in promoting economic growth“, mengatakan bahwa sebenarnya perkembangan ekonomi sedang berkembang tidak cukup hanya mengatasi kesukaran yang ada.
Perkembangan ekonomi perlu menempatkan usaha-usaha dan capital dalam tiga bentuk:
  1. Meningkatkan jumlah barang capital.
  2. Memperbaiki kualitas penduduk sebagai produsen.
  3. Menambah tingkat usaha produktif.
Dengan dihilangkannya ketidaksempurnaan pasar maka perekonomian menjadi semakin luas. Alokasi sumber-sumber ekonomi makin efisien serta mendorong ekspor impor makin cepat dan luas. Jadi lingkungan kemiskinan tidak berujung pangkal dapat lebih mudah ditembus. Irawan dan Suparmoko (2008:260-261)
C.   AKUMULASI KAPITAL
Akumulasi kapital adalah salah satu faktor penting untuk pertumbuhan ekonomi. akumulasi dapat berupa kenaikan volum tabungan yang diarahkan untuk tujuan-tujuan produktif. Selain membentuk lembaga-lembaga keuangan dan perluasan moneter dalam akumulasi capital juga dengan cara memperkirakan struktur pasar yang kuat agar dapat mempengaruhi mobilitas, alokasi kapital dan dapat menyalurkan tabungan ke investasi yang produktif.
Tabungan pemerintah adalah kelebihan pendapatan pemerintah dari  pajak dan sumber-sumber lainnya. Setelah pendapatan itu digunakan untuk membiayai pengeluaran-pengeluaran rutin. Pendapatan pemeritah terutama di peroleh dari pemungutan berbagai jenis pajak. Sukirno (1985:356-357)
Jadi dengan kata lain bahwa yang diperlukan untuk perkembangan ekonomi adalah juga pembentukan capital riil ( tidak dalam bentuk uang ) yang berupa gedung, pabrik, jalan, pelabuhan dan yang lainnya.
Untuk mengukur banyaknya capital yang dibutuhkan bagi perkembangan ekonomi perlu memperhatikan hal sebagai berikut:
  1. Perkiraan tambahan penduduk.
  2. Target kenaikan pendapatan riil per kapital.
  3. Angka rasio pertambahan antara investasi dan output ( ICOR ).
Intinya jika ingin menaikan pendapatan per kapita maka juga harus menaikan akumulasi kapital. Maka dari itu investasi harus di tingkatkan.
Berikut ini merupakan cara-cara untuk menaikan tingkat investasi:
  1. Tingkat tabungan ditingkatkan dengan membatasi konsumsi,
  2. pemerintah menjual obligasi negara,
  3. pembatasan impor barang-barang konsumsi,
  4. dengan inflasi,
  5. memindahkan pengangguran tersembunyi dari sektor pertanian ke sektor industri dan jasa,
  6. dengan mengadakan pinjaman dari luar negeri untuk menambah kapital di dalam negeri,
  7. memperluas sektor perdagangan ke luar negeri. Irawan dan Suparmoko (2008:261-264)


D.  KRITERIA DAN ARAH INVESTASI
Menentukan pola investasi sama pentingnya dengan menentukan laju pertumbuhan modal. Negara terbelakang tidak saja harus menentukan besarnya tingkat investasi tetapi juga komposisi investasi itu.
Kriteria-kriteria yang harus diperhatikkan dalam mengalokasikkan kapital antara lain:
  1. Investasi harus ditempatkan sedimikian rupa ,sehingga memaksimalkan perbandingan antara output dengan capital ( COR Terendah ),
  2. Proyek-proyek yang dipilih harus memberikan perbandingan yang maksimal dari pada penggunaan tenaga kerja terhadap investasinya  ( produktivitas tenaga kerja yang tinggi ),
  3. Investasi hendaknya mengurangi kesulitan-kesulitan dalam neraca pembayaran sehingga akan memaksimalkan perbandingan antara ekspor dan investasi.
Penggunaan syarat-syarat ini teryata tidak mudah. Oleh karena itu kriteria “Produktivitas social marginal” ditafsirkan sesuai dengan perubahan-perubahan faktor tersebut yang biasanya akan menimbulkan perbedaan pendapat.
Untuk itu,maka beberapa faktor yang harus diperhatikan antara lain:
v  Pendapatan perkapita
Tipe investasi produksi,misalnya terdapat proyek-proyek disektor pertanian dimana dibutuhkan tenaga kerja yang banyak .Investasi ini akan menaikkan pendapatan disektor tersebut ,tetapi jika kenaikkan jumlah penduduk dan pendapatan sama tingginya maka pendapatan perkapita akan kembali ketingkat semula.
v  Pendapatan nasional
Kenaikkan pendapatan nasional belum tentu menguntungkan masyarakat seluruhnya, karena mungkin pendapatan tersebut hanya diterima atau hanya dapat dinikmati oleh beberapa golongan saja .Untuk itu agar pendapatan nasional dapat meningkat maka tidak hanya memperhatikan pendapatan perkapita saja,tetapi juga harus memperhatikan distribusi pendapatanya .
v  Faktor waktu
Pertimbangan-pertimbangan mengenai waktu juga sangat menentukan      keberhasilan investasi .Karena mungkin untuk waktu 5 tahun kedepan investasi yang paling menguntungkan adalah produksi tekstil namun mungkin 10 tahun kedepan belum tentu investai industri tekstil ini menguntungkan .
v  Kepentingan masyarakat
Pertimbangan-pertimbangan mengenai kebutuhan-kebutuhan masyarakat yang paling mendesak itu menjadi salah satu factor penentu keberhailan dalam investasi .
v  Unsur pasar
Investasi tidak hanya ditekankan pada produksi saja,teapi juga mengenai pasar produksi tersebut .Meskipun investasi efisien,tetapi apabila pasar atau unsur, pasar kurang diperhatikan maka investor akan mengalami kegagalan.
v  Titik pertumbuhan
Investasi sebaiknya pada diarahkan pada titik pertumbuh”growing point”. Biasanya “growing point” banyak membutuhkan capital dan mempunyai pasar yang luas karena ada keuntungan eksternal .
Awalnya titik pertumbuhan ini dikemukakan oleh W. W. Rostow dengan istilah dengan sector pertumbuhan primer. W. W. Rostow menyarankan supaya sektor yang sedang berkembang dibagi menjadi 3 golongan yaitu:
a.       Sektor Primer Yang Menyebebkan Pertumbuhan.
b.      Sektor pelengkap.
c.       Sektor pertumbuhan sebagai akibat lanjutan yaitu perkembangan yang didorong oleh pertambahan jumlah penduduk dan pendapatan.

v  Pertumbuhan seimbang
Menurut Baldwin dan Merier menyatakan bahwa investasi pada titik pertumbuhan juga harus memperhatikan 2 pertimbangan yaitu :
1.      Kriteria neraca pembayaran dan criteria produktivitas.
Hal ini disebabkan karena adanya anggapan bahwa negara berkembang sering mengalami kesulitan dalan neraca pembayaran .Sehingga investasi itu seharusnya mengarah pada perbaikkan neraca pembayaran dan peningkatan produktivitas.
2.      Pertumbuhan seimbang.
Arah investasi seharunya kesemua sector karena sector-sektor tersebut saling bergantung dan saling melengkapi.
v  Teknik produksi
Jika pasar telah cukup luas maka teknik produksi yang digunakan dapat bersifat padat modal dan padat karya. Dari kedua kemungkinan tersebut dapat menimbulkan beberapa pendapat. Namun, dari beberapa pendapat tersebut ada salah satu yang berpendapat bahwa kedua kemungkinan tersebut dapat digunakan dan pokoknya dapat menghasilkan suatu output tersebut dengan biaya serendah-rendahnya. Jadi dimana tenaga kerja banyak tersedia dan lebih murah dari pada mnggunakkan alat-alat capital maka sebaikknya menggunakan teknik produksi dengan padat modal dan sebaliknya dapat menggunakan teknik produksi padat karya .
Apabila kedua investasi ( padat karya dan padat modal ) akan menaikkan produksi nasional dalam jumlah yang sama maka :
a.       Dari sudut distribusi pendapatan
Proyek yang memakai metode padat karya lebih baik karena dapat menaikkan tingkat pendapatan sebagian besar orang yang berpenghasilan rendah.
b.      Dari sudut pendapatan perkapita
Proyek padat modal disektor pertanian akan lebih baik karena dapat meningkatkan pendapatan perkapita
E.   PENYERAPAN KAPITAL DAN STABILITAS
Batas kemampuan penyerapan kapital (capital absorptial capacity). Kapasitas ini ditentukan oleh dua hal yaitu satu pihak ditentukan oleh adanya atau tersedianya faktor-faktor produksi komplementer yang bekerja sama dengan kapital,dan di lain pihak oleh syarat-syarat yang diperlukan untuk menghindari inflasi dan untuk mempertahankan keseimbangan Neraca Pembayaran Internasional.
Keterbatasan kapasitas untuk untuk menyerap kapital di negara sedang berkembang disebabkan oleh
*      Kurangnya teknologi
*      Kurangnya tenaga ahli
*      Kurangnya mobilitas faktor produksi
*      Dan banyak negara-negara berkembang sangat kekurangan tenaga terampil
Dengan terbatasnya jumlah tenaga kerja ahli dan terampil, menyebabkan banyaknya rintangan-rintangan dalam produksi, yang mengakibatkan turunnya produktivitas modal marjinal (marjinal produktivity of capital). Menurut kelompok kami untuk meningkatkan produktivitas dapat dengan menaikan tersedianya faktor-faktor produk lainyang berkerja sama didalamnya dan mencoba mengatasi rintangan-rintangan dalam berproduksi maka dengan sendirinya kapasitas dalam menyerap kapital semakin besar.
Penyerapan kapital juga dipengaruhi oleh masa perkembangan perekonomian didaerah tersebut, contoh: akan terjadi inflasi dan defisit dalam neraca pembayaran internasional apabila dalam penyerapan kapital membutuhkan waktu yang lama. Variasinya sebagai berikut : Apabila akumulasi kapital melebihi kemampuan untuk menyerap kapital, maka setiap pertambahan investasi akan menimbulkan inflasi. Kejadian ini karena fasilitas-fasilitas yang tersedia belum banyak dan faktor produksi yang belum digunakan dengan baik.
Oleh sebab itu harus ada faktor produksi komplementer yang cukup untuk memanfaatkan faktor produksi baru.
Namun demikian inflasi inflasi tetaplah pembentukan modal yang salah arah dan pembiayaan investasi dengan inflasi sangat berbahaya karena :
Ø  Tabungan sukarela tak banyak diterima
Ø  Pinjaman jangka panjang kurang tersedia
Ø  Karena tidak stabilnya harga proyek yang produktif adalah proyek yang sifatnya jangka pendek (investasi salah arah)
Ø  Efisiensi produksi berkurang
Ø  Menyebabkan adanya alokasi yang salah arah terhadap faktor produksi
Ø  Apabila akumulasi lebih kecil daripada kemampuan negara untuk menyerap kapital, maka akan timbul kesulitan terutama di bidang neraca pembayaran karena negara-negara tersebut sangat membutuhkan devisa untuk impor barang yang diperlukan.
Jadi untuk perkembangan ekonomi harus ada kemampuan dari dalam masyarakat untuk dapat menyerap tambahnya kapital dan perlu adanya stabilitas ekonomi. Irawan dan Suparmoko (2008:270-273)
F.   NILAI DAN LEMBAGA-LEMBAGA YANG ADA
Nilai dan lembaga bersifat non ekonomi memiliki peranan yang tidak kalah penting kebutuhan-kebutuhan baru, motif-motif baru, metode produksi baru, demikian pula harus ada perubahan lembaga yang ada dalam masyarakat. Dan harus disadari bahwa manusia dapat menguasai alam dan dapat menggunakannya untuk memenuhi kebutuhan manusia tetapi dalam penggunaannya kita juga harus memperhatikan kelestarian dan kebudayaan manusia itu sendiri.
Dan dalam proses mengubah cara hidup lama haruslah berhati-hati sebab setiap ada perubahan harus selekasnya dikompensasi dengan hasil yang lebih baik, agar tidak menimbulkan banyak perbantahan. Kita harus mengetahui mula-mula kebiasaan lama manakah yang harus diubah, lalu bagaimana cara mengubahnya. Hal ini harus dengan hati-hati dalam pelaksanaannya karena dampak yang ditimbulkan akan berpengaruh besar dalam perkembangan, perlu kita ingat bahwa kemakmuran ekonomi hanya sebagian saja dari kemakmuran sosial.
Konsekuensinya, cara-cara hidup lama harus ditinggalkan dan diganti dengan yang baru dan disesuaikan dengan kebutuhan. Untuk membuka kemungkinan penemuan hal-hal baru sehingga dapat meningkatkan produktivitas, dan mulai bermunculannya inovator dan wiraswasta.
Wiraswasta yang dibutuhkan untuk pertumbuhan ekonomi harus memiliki sifat sebagai berikut :
Ø  Memiliki kesempatan untuk mengenal kesempatan-kesempatan dalam pasar
Ø  Memiliki kemampuan mengambil tindakan-tindakan alternatif
Ø  Memiliki kemampuan untuk mengkombinasi elemen-elemen secara rasional dalam keputusan-keputusannya
Jadi wiraswasta harus dapat berdiri sendiri atau percaya diri sendiri dalam mengatasi kesulitan-kesulitan yang ada dan bertanggung jawab terhadap tindakan-tindakannya. Dan pada akhirnya wiraswasta sangat diharapkan perkembangannya pada negara berkembang. Tentu dengan usaha yang kompleks yaitu tidak hanya dari bidang ekonomi saja melainkan juga organisasi-organisasi sosial lainnya, agar keadaan sosial menjadi memungkinkan untuk diadakannya perkembangan. Irawan dan Suparmoko (2008:273-275)
Sehinggan perkembangan ekonomi dapat dilihat dari sejauh mana perubahan-perubahan itu dapat diterima oleh penduduk dan berapa kecepatannya.

DAFTAR PUSTAKA
Irawan, M.Suparmoko. 2008. Ekonomika Pembangunan. Edisi Keenam. Yogyakarta: BPFE
Todaro, Michail P. 2006 Pembangunan Ekonomi di Dunia Ketiga. Jilid 1. Terjemahan Burhanuddin Abdullah dan Harris Munanddar. Jakarta: Erlangga
Sadono Sukirno.2006. Ekonomi Pembangunan: Proses, Masalah Dan Dasar Kebijakan.Edisi 2. Jakarta: kencana media group
Jhingan, M.L. 2010. Ekonomi Pembangunan dan Perencanaan. Edisi Keenam Belas. Rajawali Pers, Jakarta
Irawan dan Suparmoko.2002.Ekonomika Pembangunan.Yogyakarta:BPTE Yogyakarta
Martono, trisno.2008.Ekonomi Pembangunan.Surakarta:UNS Press


2 komentar:

  1. KABAR BAIK!!!

    Nama saya Aris Mia, saya ingin menggunakan media ini untuk mengingatkan semua pencari pinjaman sangat berhati-hati, karena ada penipuan di mana-mana, mereka akan mengirim dokumen perjanjian palsu untuk Anda dan mereka akan mengatakan tidak ada pembayaran dimuka, tetapi mereka adalah orang-orang iseng, karena mereka kemudian akan meminta untuk pembayaran biaya lisensi dan biaya transfer, sehingga hati-hati dari mereka penipuan Perusahaan Pinjaman.

    Beberapa bulan yang lalu saya tegang finansial dan putus asa, saya telah tertipu oleh beberapa pemberi pinjaman online. Saya hampir kehilangan harapan sampai Tuhan digunakan teman saya yang merujuk saya ke pemberi pinjaman sangat handal disebut Ibu Cynthia, yang meminjamkan pinjaman tanpa jaminan dari Rp800,000,000 (800 juta) dalam waktu kurang dari 24 jam tanpa tekanan atau stres dan tingkat bunga hanya 2%.

    Saya sangat terkejut ketika saya memeriksa saldo rekening bank saya dan menemukan bahwa jumlah yang saya diterapkan, telah dikirim langsung ke rekening bank saya tanpa penundaan.

    Karena saya berjanji bahwa saya akan membagikan kabar baik, sehingga orang bisa mendapatkan pinjaman mudah tanpa stres. Jadi, jika Anda membutuhkan pinjaman apapun, silahkan menghubungi dia melalui email nyata: cynthiajohnsonloancompany@gmail.com dan oleh kasih karunia Allah ia tidak akan pernah mengecewakan Anda dalam mendapatkan pinjaman jika Anda menuruti perintahnya.

    Anda juga dapat menghubungi saya di email saya: ladymia383@gmail.com dan Sety yang memperkenalkan dan bercerita tentang Ibu Cynthia, dia juga mendapat pinjaman baru dari Ibu Cynthia, Anda juga dapat menghubungi dia melalui email-nya: arissetymin@gmail.com sekarang, semua akan saya lakukan adalah mencoba untuk memenuhi pembayaran pinjaman saya bahwa saya kirim langsung ke rekening mereka bulanan.

    Sebuah kata yang cukup untuk bijaksana.

    BalasHapus